NATUNA (HK) ─ Sebanyak 14 orang Kepala Sekolah (Kepsek) yang meliputi 5 orang Kepala Sekolah SD dan 9 orang Kepala Sekolah SMP di Kabupaten Natuna memiliki tugas tambahan tahun ini.
Pasalnya, selain harus memimpin menejmen sekolah, mereka juga harus mengerjakan proyek pembangunan fisik di sekolahnya masing-masing.
Pekerjaan yang harus dilaksanakan itu merupakan program pemerintah pusat yang bernama Pembangunan Fisik Bidang Pendidikan-Sub Bagian SD dan SMP tahun anggaran 2023 dengan total anggaran senilai Rp.13,6 miliar untuk seluruh sekolah sasaran.
Program pemerintah pusat itu dijalankan melalui mekanisme swakelola dengan pihak sekolah, yang mana sekolah menjadi pelaksana kegiatan pembangunannya.
Dengan demikian, setiap sekolah sasaran harus mengerjakan proyek pembangunan dengan nilai yang beragam, mulai dari kegiatan yang bernilai ratusan juta hingga miliaran rupiah.
Namun begitu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Natuna, Indra Joni memastikan, kegiatan swakelola itu tidak membebani kerja pokok kepala sekolah. Meskipun mereka menjadi pelaksana dan penanggungjawab pelaksanaan kegiatan.
“Gak lah, kepala sekolah masih tetap dapat melakukan tugas utamanya sebagai kepala sekolah,” kata Joni kepada sejumlah wartawan di Kantornya, Rabu (13/8/2023) kemarin.
Begitu juga kualitas pendidikan di sekolah, dipastikannya tidak terganggu dengan adanya proyek swakelola yang ditangani oleh pihak sekolah itu.
“Kan kepala sekolah tidak mengajar, mereka hanya mengatur menejmen sekolahnya. Belajar mengajar tetap lancar,” tegasnya.
Apalagi, tambah Joni, pada pelaksanaan kegiatan itu sekolah diadvokasi oleh tim fasilitator yang disediakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Natuna di sisi pengawasan dan administrasi.
Ia menyebutkan, seluruh sekolah sasaran program itu dikawal oleh 16 orang tenaga fasilitator yang direkrut langsung oleh Dinas Pendidikan.
“Kepala sekolah tidak bekerja sendiri dalam kegiatan itu, mereka didampingi tim fasilitator. Tapi memang kepala sekolah yang jadi ketua timnya,” ungkap Joni.
Ia menegaskan, hingga saat ini semua kegiatan tersebut berjalan on progres sehingga dapat diharapkan rampung sesuai kalender kerja.
“Dan sejauh ini belum ada laporan yang kami terima terkait adanya gangguan belajar mengajar di sekolah- sekolah bersangkutan. Maka dari itu saya pastikan belajar mengajar aman, tidak ada masalah,” pungkasnya. (fat)