TANJUNGPINANG (HK) – Ade Angga, politisi muda partai berlambang beringin ini terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dalam Musyawarah Daerah (Musda) V tahun 2026 yang digelar di Aston Tanjungpinang Hotel & Conference Center, Selasa (21/4/2026
Ade Angga siap menahkodai DPD I Golkar Kepri setelah menjadi satu-satunya kandidat yang mendaftar hingga batas akhir pencalonan pada Senin (20/04/2026) pukul 17.00 WIB.
Musda V Golkar Kepri tersebut akhirnya menetapkan Ade Angga sebagai ketua untuk periode kepengurusan mendatang tanpa melalui proses pemungutan suara.
Ketua panitia Musda V Golkar Kepri mengatakan, proses penjaringan calon telah dilakukan sesuai mekanisme organisasi. Namun hingga penutupan pendaftaran pada Senin (20/4/2026) pukul 17.00 WIB, hanya satu nama yang masuk sebagai calon.
“Seluruh tahapan sudah dilaksanakan sesuai aturan partai. Hingga batas akhir pendaftaran, hanya satu calon yang mendaftar, sehingga ditetapkan secara aklamasi,” ujarnya.
Sebelumnya, sejumlah nama sempat disebut akan meramaikan bursa calon ketua, di antaranya Roby Kurniawan dan Rizki Faisal. Namun, hingga penutupan pendaftaran, keduanya tidak mengajukan diri sebagai kandidat.
Kondisi tersebut mencerminkan menguatnya konsolidasi internal Golkar Kepri yang mengerucut pada dukungan tunggal kepada Ade Angga. Dukungan dari pemilik hak suara bahkan disebut telah melampaui ambang batas minimal yang dipersyaratkan.
Selain penetapan ketua, Musda V juga membahas susunan awal kepengurusan. Roby Kurniawan disebut berpeluang mengisi posisi sekretaris, sementara jabatan bendahara dikabarkan akan diisi oleh Asmin Patros. Namun, keputusan final tetap berada di tangan tim formatur.
Terpilihnya Ade Angga dinilai sebagai bagian dari proses regenerasi kepemimpinan di tubuh Golkar Kepri. Sebelumnya, partai tersebut dipimpin oleh sejumlah tokoh senior, termasuk Ansar Ahmad yang pernah menjabat sebagai Ketua DPD Golkar Kepri.
Dengan kepemimpinan baru ini, Golkar Kepri diharapkan dapat memperkuat konsolidasi organisasi serta meningkatkan kinerja politik menghadapi agenda pemilu mendatang.(Tim)





