NATUNA (HK) – Pemerintah Kabupaten Natuna memasukkan pembinaan agama dalam prioritas pembangunan daerah.
Hal ini dipandang prioritas guna mewujudkan masyarakat yang beriman dan bertakwa seperti yang terkandung dalam visi dan misi pemerintahan.
Kebijakan ini diterapkan pemerintah melalui pemberian insentif kepada para guru ngaji rumahan, marbut masjid, imam masjid, pendeta, pastor dan pemuka agama lainnya yang ada di Kabupaten Natuna.
Bupati Natuna, Cen Sui Lan menegaskan, guru ngaji dan marbut (penjaga) masjid, imam, pendeta dan pastor serta pemuka agama lainnya harus mendaptkan apresiasi atas jasa dan kiprahnya di tengah masyarakat.

“Ini karena kiprah beliau-beliau jelas adanya. Mereka menghasilkan masyarakat dan generasi yang beriman, bertaqwa dan bermoral tinggi,” kata Bupati Cen di kantornya, Selasa (21/10/2026).
Ia mengungkapkan, guru ngaji terutama sekali guru ngaji rumahan dan pemuka agama merupakan pihak yang menempati posisi krusial dalam pembangunan daerah, dalam hal ini pembangunan Sumberdaya Manusia (SDM).
“Oleh karena itu, kami pemerintah merasa berhutang budi pada beliau-beliau ini. Kami akan salurkan bantuan kepada mereka sesuai kemampuan yang kami bisa lakukan,” ungkapnya.
Begitu juga dengan marbut masjid. Bupati Cen menggambarkan bahwa para penjaga masjid merupakan orang yang paling disiplin dalam melakukan syiar agama dan memakmurkan masjid yang jelas beinplikasi positif pada pembangunan moral masyarakat.
“Kita juga tidak boleh lupa dengan jasa marbut masjid. Jarang sekali orang yang bersedia melakukan profesi mulia itu. Jasa beliau-beliau itu jelas nyata bagi daerah kita ini,” tegasnya.
Hal yang sama juga dengan para pemuka agama. Mereka juga dipandang perlu mendapatkan apresiasi dari pemerintah karena kiprahnya yang efektif dalam bidang pembangunan SDM daerah.

“Para pemuka agama kita juga menjadi perhatian kami untuk diberikan apresiasi meskipun nilainya belum besar dan belum bisa mencakup semuanya. Tapi ini harus kita mulai lakukan,” tegasnya.
Dikatehui bahwa pada tahun 2026 ini Pemerintah Kabupaten Natuna hanya mampu memberikan isntenf kepada guru ngaji rumahan, marbut Masjid dan pemuka agama selama lima bulan dalam setahun.
“Mudah-mudahan pada tahun-tahun berikutnya kita mampu satu tahun penuh. Sekarang ini kita masih dalam fase efiensi yang cukup ketat sehingga kita belum dapat memenuhinya sampai ful setahun,” kata Bupati Cen.
Adapun jumlah penerima manfaat insentif yang disediakan pemerintah ini sebanyak 1395 orang yang terdiri dari 538 orang guru ngaji rumahan dan 857 orang dari kalangan marbut masjid dan pemuka agama yang berasal dari masing-masing agama yang berada di Kabupaten Natuna.
Sementara besaran insentif yang diberkan pemerintah kepada semua unsur ini sebesar Rp.250.00 per orang dalam satu bulan.
“Gelombang pertama sudah kita salurkan di awal tahun kemarin, sedangan sisanya lagi insya Allah kita salurkan pada bulan November nanti. Mudah-mudahan tidak ada halangan,” ujar Bupati Cen. (fat)





