EKONOMI NASIONAL

Investasi Korea Selatan di Batam Melonjak 4.169 Persen, Tembus Rp1,17 Triliun

BATAM (HK) – Investasi Korea Selatan di Kota Batam melonjak tajam pada semester I 2026. Nilainya mencapai Rp1,175 triliun atau setara USD65,1 juta, meningkat 4.169,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Lonjakan tersebut memperkuat posisi Korea Selatan sebagai salah satu investor asing utama di Batam. Untuk menjaga momentum itu, Badan Pengusahaan (BP) Batam menjajaki peluang investasi baru melalui South Korea Aero Summit 2026 dan pertemuan dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Seoul, Korea Selatan, Rabu (21/10/2026).

Berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM RI, realisasi investasi Korea Selatan di Batam pada semester I 2026 mencapai sekitar 34,1 kali lipat dibandingkan total investasi sepanjang 2025 yang tercatat Rp34,41 miliar.

Capaian itu menempatkan Korea Selatan sebagai investor asing terbesar ketiga di Batam, dengan kontribusi 6,60 persen terhadap total penanaman modal asing (PMA).

Namun, yang paling mencolok bukan hanya besarnya nilai investasi, melainkan pergeseran sektor penanaman modal. Jika pada 2025 investasi Korea Selatan tersebar di sektor perikanan, alat transportasi, mesin dan elektronik, serta kimia dan farmasi, pada semester I 2026 hampir seluruh modal terkonsentrasi di sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi.

Nilainya mencapai sekitar Rp1,170 triliun atau 99,6 persen dari total investasi Korea Selatan di Batam pada periode tersebut. Investasi itu terutama melalui PT Bandara Internasional Batam.

Momentum tersebut dimanfaatkan BP Batam untuk memperluas peluang kerja sama dengan pelaku industri penerbangan Korea Selatan. Anggota/Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, hadir sebagai pembicara dalam South Korea Aero Summit 2026 yang berlangsung pada 21–22 Oktober 2026.

Dalam forum tersebut, Fary memperkenalkan potensi Batam di sektor industri penerbangan, perawatan dan perbaikan pesawat atau maintenance, repair, and overhaul (MRO), kargo udara, serta industri pendukung operasional Bandara Internasional Hang Nadim.

“Landasan pacu harus menjadi landasan tumbuhnya investasi dan kesejahteraan,” ujar Fary.

Menurutnya, pengembangan Bandara Hang Nadim perlu terintegrasi dengan kawasan industri dan rantai pasok global. Kepastian regulasi, kemudahan berusaha, serta kepercayaan investor juga menjadi faktor penting untuk menarik penanaman modal yang berkelanjutan.

Selain mengikuti forum industri penerbangan, delegasi BP Batam menggelar pertemuan dengan KBRI Seoul dan diterima Wakil Duta Besar RI, Ali Andika Wardhana. Pertemuan itu membahas identifikasi perusahaan Korea Selatan yang berpotensi berekspansi ke Batam, fasilitasi pertemuan bisnis, serta penjajakan kunjungan calon investor ke kawasan industri tersebut.

BP Batam turut mempromosikan keunggulan Batam sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas atau Free Trade Zone (FTZ), yang didukung empat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan 31 kawasan industri.

Sejumlah sektor menjadi sasaran penjajakan investasi, mulai dari elektronik dan semikonduktor, komponen kendaraan listrik, rekayasa presisi, industri penerbangan, logistik, hingga teknologi digital.

Rangkaian kunjungan BP Batam ke Korea Selatan pada 20–24 Oktober 2026 juga mencakup pembelajaran mengenai pengelolaan bandar udara dan kawasan ekonomi di Incheon. Kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkuat ekosistem industri Hang Nadim sekaligus membuka peluang penerapan praktik pengelolaan yang relevan bagi pengembangan Batam.

Anggota/Deputi Bidang Administrasi dan Keuangan BP Batam, Alexander Zulkarnain, serta Direktur Badan Usaha Kawasan Bandara BP Batam, Kurnia Budi, turut mendampingi agenda penjajakan investasi tersebut.

BP Batam berharap rangkaian pertemuan dan promosi investasi di Korea Selatan tidak berhenti pada perluasan jejaring internasional, tetapi berlanjut menjadi kerja sama bisnis konkret, penguatan industri, dan penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat Batam.

Dengan realisasi investasi Korea Selatan yang menembus Rp1,17 triliun pada semester I 2026, Batam memiliki momentum untuk memperluas kemitraan di sektor strategis, khususnya penerbangan, logistik, dan industri berteknologi tinggi. (dam)



BI Tahan Suku Bunga 5,75 Persen, GWM Bank Turun Bertahap Mulai November