Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria. (Ft.Antara)
– Lebih Andal, Lebih Responsif, Langsung di Bawah Danantara
JAKARTA (HK) – Setelah gangguan listrik PLN yang bikin heboh Batam, Bintan dan Tanjungpinag Provinsi Kepulauan Riau pada 12 Oktober 2026, Danantara Indonesia akhirnya turun tangan langsung.
BUMN super holding itu menegaskan komitmen total untuk meningkatkan kualitas layanan PLN di seluruh Indonesia, dengan fokus khusus untuk PLN Batam.
Langkah besar disiapkan agar PLN Batam selanjutnya akan berada langsung di bawah Danantara Indonesia. Bukan lagi di bawah PLN Group, tapi langsung dikendalikan induk investasi negara.
“Atas nama Danantara Indonesia, kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan PLN Batam atas ketidaknyamanan akibat gangguan pasokan listrik pada 12 Oktober 2026. Kami memahami kesulitan yang dirasakan masyarakat dan dunia usaha,” ujar Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, dengan nada tegas.
Permintaan maaf itu bukan sekadar basa-basi ujarnya, danantara akan segera mengambil langkah penguatan perusahaan untuk meningkatkan keandalan pasokan, kualitas pelayanan, dan respons cepat terhadap keluhan pelanggan.
“Kami melihat peluang bagi PLN Batam untuk terus tumbuh bersama masyarakat dan dunia usaha. Melalui pengembangan kapasitas perusahaan dan peningkatan kualitas layanan, kami ingin PLN Batam semakin berperan dalam mendukung kebutuhan pelanggan serta kemajuan kawasan,” ungkap Dony.
Yang bikin menarik menurutnya, PLN Batam itu unik dan perusahaan ini menjalankan model bisnis mandiri tanpa menerima subsidi maupun kompensasi dari pemerintah.
“Tapi justru karena Batam adalah motor penggerak ekonomi dan tujuan investasi utama Indonesia, potensinya dinilai sangat besar,”terangnya.
Danantara melihat momentum ini. Selain mengambil alih langsung, Danantara juga akan melakukan penyegaran manajemen PLN secara menyeluruh.
“Pelayanan kepada masyarakat menjadi prioritas kami dalam penguatan PLN Group. Melalui penyegaran manajemen ini, kami ingin memastikan masyarakat dapat merasakan peningkatan kualitas layanan, mulai dari keandalan pasokan hingga respons terhadap kebutuhan pelanggan,” pungkas Dony.(r/nel)





