Foto. Kiri kemacetan motor/mobil yang mengular di tengah gelap gulita hanya diterangi lampu kendaraan, kanan Kapolresta Kombes Indra Ranu dan anggota Lantas dengan tongkat merah menyala mengatur jalan, Selasa (13/10/2026) malam.
TANJUNGPINANG (HK) – Blackout Listrik padam, kota gelap, jalanan mencekam. Pemadaman bergilir PLN melumpuhkan penerangan jalan di Kota Tanjungpinang, Rabu (14/10/2026) malam. Lampu merah mati, persimpangan jadi ajang adu nyali dengan padatnya arus lalulintas.
Namun di tengah kegelapan itu, sosok yang tak terduga muncul.
Kapolresta Tanjungpinang Kombes Pol Indra Ranu Dikarta, S.I.K., http://M.Si., turun langsung ke persimpangan, memegang tongkat komando, mengatur arus lalu lintas yang semrawut.*
Bukan sekedar memantau dari mobil dinas. Seperti terlihat di video dan foto yang kamu kirim, Kombes Indra berdiri di tengah jalan gelap, didampingi personel Sat Lantas yang mengacungkan lampu isyarat merah menyala. Di belakangnya, ratusan sepeda motor dan mobil mengular panjang, hanya diterangi sorot lampu kendaraan.
Situasinya sangat berbahaya. Seperti di foto pertama, pengendara motor harus meraba-raba jalan di minim cahaya. Tanpa polisi, kemacetan dan kecelakaan tak terelakkan.
Respon cepat ini dilakukan di titik-titik rawan, dari malam hingga pagi hari. Polisi menjadi pengganti traffic light yang padam.
“Kami imbau masyarakat Tanjungpinang agar tetap berhati-hati saat berkendara, mengurangi kecepatan, mematuhi arahan petugas di lapangan, serta mengutamakan keselamatan selama perjalanan,” terang Kapolresta.
“Polresta Tanjungpinang berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat dan memberikan pelayanan kepolisian secara optimal, termasuk dalam situasi yang membutuhkan penanganan khusus demi terwujudnya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas,” pungkasnya.
Saat kota padam, kehadiran Polri justru menjadi penerang. Aksi humanis ini menuai pujian warga di media sosial: polisi yang hadir bukan saat ada razia, tapi saat masyarakat butuh rasa aman.(nel)





