BATAM (HK) — Pengurus dan jajaran Asosiasi Pramuwisata Madani (APM) akan segera dilantik dalam waktu dekat ini. Menjelang pelantikan tersebut, Ketua dan Dewan Penasihat APM melakukan kunjungan resmi ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Jumat (13/2/2026).
Rombongan APM disambut langsung oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, dan dilanjutkan dengan diskusi di ruang rapat Disbudpar Batam.
Pertemuan tersebut membahas sejumlah program strategis APM serta sinergi pengembangan sektor pariwisata di Batam.
Ketua APM, Roihaizat, menyampaikan bahwa APM telah merampungkan seluruh persyaratan administrasi sebagai sebuah organisasi resmi.
“Legalitas Asosiasi Pramuwisata Madani telah terpenuhi. Saat ini kami tengah mempersiapkan pelantikan pengurus, dengan harapan setelah dilantik nanti seluruh pengurus dapat menjalankan amanah dan tugas organisasi secara profesional,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua I APM Febriansyah memaparkan sejumlah program yang akan segera dilaksanakan. Salah satunya adalah pelatihan dan sertifikasi bagi calon anggota APM.
“Sesuai AD/ART APM, kami akan melaksanakan pelatihan dan sertifikasi pramuwisata, berpedoman pada Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2025 tentang persyaratan pramuwisata,” jelasnya.
Menanggapi hal tersebut, Kadispar Kota Batam, Ardiwinata menyambut baik kehadiran dan inisiatif APM.
Diia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Batam mendukung organisasi yang berkontribusi positif bagi kemajuan pariwisata.
“Pada tahun 2026, Batam ditargetkan menerima 1,7 juta wisatawan mancanegara. Kami berharap APM dapat berperan aktif membantu pemerintah mewujudkan target tersebut,” katanya.
Saat ini, sejumlah agen perjalanan yang tergabung dalam berbagai asosiasi travel agent juga tengah mendata pramuwisata yang telah memiliki sertifikat Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Bagi sertifikat yang telah kedaluwarsa akan dilakukan sertifikasi ulang agar dapat menjadi anggota APM dan memperoleh Kartu Tanda Pengenal Pramuwisata (KTPP) dari Disbudpar Batam.
Bagi calon pramuwisata pemula, APM menyiapkan program pelatihan serta kesempatan magang di berbagai perusahaan travel.
Materi pelatihan mencakup sejarah dan budaya Kepulauan Riau, disusun sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bidang pramuwisata.
Sejumlah tokoh dari Lembaga Adat Melayu Batam juga dijadwalkan menjadi pemateri terkait sejarah dan budaya Melayu.
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pramuwisata lokal sekaligus memperkuat daya saing pariwisata Kepri di tingkat nasional maupun internasional. (dam)

