KARIMUN (HK) – Hari pertama program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang ke-117 setelah resmi dibuka oleh Bupati Karimun Dr H Aunur Rafiq, Satuan Tugas (Satgas) TMMD ke-117 yang dipimpin oleh Dandim 0317/TBK Letkol Inf. Budianto Hamdani Damanik (Dan Satgas) melaksanakan apel pagi di lapangan bola voli Kelurahan Buru, Kecamatan Buru, Kamis (13/7/2023) pagi.
Apel diikuti oleh diikuti para anggota Satgas TMMD yang terdiri dari Kodim 0317/TBK, Kompi B Yonif RK 136/TS, Lanud Tanjungpinang, Brimob Kompi B TBK dan Polsek Buru sebanyak 42 personil.
Apel juga diikuti oleh Pasiterdim 0317/TBK, Kapten Inf Pahrianto, Dan SSK TMMD ke-177, Lettu Inf. Dipta Chandra Otovian.
Dansatgas TMMD Ke-117 Tahun 2023 Letkol Inf. Budianto Hamdani menyampaikan, apel pagi digelar sebagai tanda dimulainya lanjutan pekerjaan fisik yang telah dimulai sejak pra-TMMD sejak tanggal 25 Juni yakni pembukan dan penimbunan jalan baru di Kampung Tanjung RT.01 RW.05 Kelurahan Lubuk Puding dan Parit Sembilan dengan panjang 3.569 M dan Lebar 8 M
Serta perehapan 4 unit RTLH (Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yakni perehapan 2 unit RTLH di Kelurahan Buru dan perehapan 2 unit RTLH di Kelurahan Lubuk Puding.
Disamping itu juga ada pembangunan 3 unit box cover dan 5 unit gorong-gorong uk. diameter 1 m x P. 8 m di Kampung Tanjung RT.01 RW.05 Kelurahan Lubuk Puding dan Parit Sembilan Kelurahan Buru (box cover 1).
Dalam arahannya, Budianto Hamdani Damanik menyampaikan bahwa kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ini sebagai wujud nyata sinergitas TNI-Polri yang bersentuhan langsung atau manunggal dengan masyarakat, dimana, TNI-Polri selalu bersatu dalam setiap kegiatan yang akan menjadi kekuatan dalam menjalankan Tugas TMMD ini.
“Kita berada di Pulau Buru ini untuk melaksanakan kegiatan sasaran fisik dan non fisik sehingga kita harus menciptakan silaturahmi dengan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan, dengan di dasari Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan 8 Wajib TNI bekerja sama dengan para warga, dan diharapkan dengan begitu dapat memupuk rasa gotong royong di tengah masyarakat, karena TNI terlahir dari rakyat dan kembali menjadi rakyat.
“Kami berharap, dengan dikerjakan secara bergotong royong dengan warga, pekerjaan ini dapat berjalan dengan lancar dan tepat waktu, serta tidak ada hambatan apapun,” ungkapnya. (hhp)
