KARIMUN (HK) – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Kelas I Tanjungbalai Karimun, memastikan seluruh jajaran untuk mempersiapkan dengan baik, kelancaran angkutan Lebaran 2023.
Pasalnya, jumlah pemudik tahun ini diperkirakan akan meningkat, sehingga perlu disiapkan perencanaan yang matang. Baik dari sisi keamanan, maupun traffic management transportasi.
Kepala KSOP Kelas I Tanjungbalai Karimun, Jon Kenedy mengatakan, arus mudik lepbaran pada tahun ini diperkirakan akan meningkat, sehingga perlu disiapkan perencanaan yang matang. Baik dari sisi keamanan, maupun traffic management transportasi.
Untuk itu, Jon Kenedy, meminta kepada seluruh jajarannya untuk memastikan keamanan serta keselamatan seluruh armada kapal dalam keadaan laik laut atau berlayar.
“Untuk menangani arus mudik lebaran tahun ini, kita telah mempersiapkan sebanyak 44 unit armada kapal, untuk menampung lonjakan kapasitas penumpang selama arus mudik berlangsung Karena itu, kita meminta kepada semua jajaran untuk memastikan keamanan dan keselamatan. Terutama seluruh armada kapal dalam keadaan laik laut atau berlayar,” kata Kepala KSOP Kelas I Tanjungbalai Karimun, usai apel gabungan dan gelar pasukan angkutan lebaran.
Diketahui Pelabuhan Tanjungbalai Karimun melayani sejumlah pelayaran antar-kabupaten/kota dan antar Provinsi. Baik itu menggunakan kapal ferry, speedboat penumpang, ataupun kapal PT Pelni, dan kapal luar negeri.
Jon Kenedy menambahkan, lebaran tahun ini tidak ada penambahan armada kapal di Pelabuhan Internasional dan Pelabuhan Domestik Tanjung Balai Karimun. “Penambahan kapal tidak ada. Masih yang biasa,” sebut dia.
Jon memprediksi lonjakan penumpang pada arus mudik libur Hari Raya Idul Fitri pada tahun ini akan meningkat sekitar 21 hingga 25 persen.
Lonjakan arus pemudik tersebut menyusul adanya kebijakan pelonggaran aturan bagi pelaku perjalanan serta penetapan hari libur nasional yang lebih awal.
“Dari analisa kita arus mudik lebaran akan meningkat sebesar 21 persen,” ucap Jon Kenedy.
Menurutnya, puncak arus mudik lebaran diperkirakan terjadi pada H-7, sampai H-2 perayaan Idul Fitri mendatang. Sedangkan arus balik penumpang akan diprediksikan berlaku pada H+3 sampai H+7 Lebaran.
Ia juga akan memastikan seluruh penumpang dan petugas baik di terminal penumpang maupun di kapal untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dan meningkatkan pengawasan terhadap keselamatan dan keamanan pelayaran.
“Keamanan dan keselamatan kapal adalah hal yang utama dalam moda transportasi, untuk itu hal tersebut harus selalu diperhatikan dan diprioritaskan. Untuk pengamanan selama arus mudik kita telah mempersiapkan sejumlah titik posko di pelabuhan,” ujarnya.
Jon Kennedy juga meminta kepada pihak agen kapal untuk terus memantau situasi cuaca dan tidak memuat penumpang melebihi kapasitas kapal.
“Kita meminta pihak agen kapal untuk tidak memuat penumpang melebihi kapasitas dan terus mengupdate status cuaca demi keamanan dan kenyamanan pemudik, saat libur lebaran nanti,” tutupnya. (hhp)
