Home » Usulan Tarif VoA Per 7 Hari untuk Kepri Sudah Sampai ke Menkeu

Usulan Tarif VoA Per 7 Hari untuk Kepri Sudah Sampai ke Menkeu

0 comment 68 views

BINTAN (HK) — Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Sandiaga Uno menyampaikan, usulan pengusaha pariwisata melalui Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) tentang permohonan penurunan tarif VoA bagi turis asing, sudah direspon pemerintah pusat. Bahkan, usulan tersebut tinggal ditandatangi oleh Menteri Keuangan RI Sri Mulyani.

Hal tersebut disampaikan Menparekraf RI Sandiaga Salahuddin Uno pada saat penyambutan wisatawan mancanegara (Wisman) atau turis perdana tahun 2024 di pelabuhan internasional Bandar Bentan Telani (BBT) Lagoi, Senin (1/1/2024).

Dalam penyambutan wisman perdana tahun 2024 tersebut, Menparekraf RI Sandiaga Uno didampingi oleh Gubernur Kepri Ansar Ahmad dan Bupati Bintan Roby Kurniawan.

Turut hadir Kepala Dinas Pariwisata Kepri Guntur Sakti, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Kepri Luki Zaiman Prawira, Wakil Bupati Bintan Ahdi Muqsith, Kapolres Bintan AKBP Riky Iswoyo, Dandim 0315/Tanjungpinang Letkol Inf Eka Ganta Chandra, serta Chief Operating Officer (COO) PT BRC Abdul Wahab, dan Arief Sumarsono Kadisbudpar Bintan.

Pada saat memberikan keterangan pers, Sandiaga Uno menyebutka, Kepulauan Riau merupakan provinsi dengan kunjungan wisman terbanyak ketiga nasional, yang menawarkan banyak sekali destinasi wisata luar biasa.

Seperti Lagoi Bay dan Treasure Bay di kawasan Bintan Resorts, Pantai Trikora, Bukit Pasir di Desa Busung, Desa Wisata Poyotomo dan Ekang Anculai yang ada di Kabupaten Bintan, serta Vihara Patung Seribu yang ada di Tanjungpinang.

Namun saat ini, ada keluhan dari pengusaha pariwisata dan Gubernur Kepri mengenai tarif VoA, atau Visa on Arrival. Pemprov Kepri dan pengusaha mengharapkan ada penurunan tarif untuk jangka waktu yang pendek, per 7 hari.

Sedangkan ketentuan pemerintah RI, VoA ditetapkan Rp500 ribu per 1 bulan. Nilai tarif itu, terlalu mahal bagi turis yang masuk ke Kepri, khususnya ke Kabupaten Bintan.

Menparekraf RI Sandiaga Uno menyampaikan, usulan penurunan tarif Visa on Arrival (VoA) untuk wilayah Kepri, sudah ada di meja Menteri Keuangan RI. Menparekraf memohon doa kepada semua pihak, agar segera disetujui.

“Dan karena Pak Gubernur Kepri ini kiai, dan Pak Bupati Bintan ini Gus, semoga doanya dijabah (oleh Allah SWT). Semoga di awal Tahun Baru 2024 ini, bisa ditandatangani oleh Menteri Keuangan, dan mulai diterapkan oleh teman-teman Imigrasi,” ujar Sandiaga Uno.

Sandiaga Uno mengungkapkan, usulan tarif VoA untuk wilayah Kepri kepada Menteri Keuangan RI itu, senilai 10 dolar Singapura, atau setara dengan Rp120 ribu.

Sebelumnya, pemerintah RI memberlakukan tarif VoA bagi turis yang berkunjung ke Indonesia, termasuk wilayah Kepri tersebut sebesar Rp500 ribu per 1 bulan.

“Nah, usulan tarif VoA dari Kepri itu untuk kunjungan turis per 7 hari. Nilainya setara atau sekitar 10 dolar,” sebut Sandiaga Uno.

“Semoga penurunan tarif VoA usulan Kepri itu bisa terwujud, dan menjadi kado tahun baru untuk Kepulauan Riau,” sambung Menparekraf RI.

Sedangkan untuk tarif feri internasional, Menparekraf Sandiaga Uno yang juga mantan pengusaha industri pelayaran ini menyatakan, tahu rumusnya.

Menurutnya, semakin banyak load-nya, semakin banyak jalur kapal feri ini, biaya operasinya bisa diturunkan. Maka tarif feri otomatis juga bisa diturunkan.

“Harapannya, dengan koordinasi pengelola Kementerian Perhubungan, pemerintah provinsi, kabupaten dan semua pihak, dalam 6 bulan ke depan akan meningkat jumlah feri. Dan secara berangsur, akan semakin terjangkau biaya feri bagi turis dari Singapura ke Bintan, dan Bintan ke Singapura,” tambah Sandiaga Uno.

Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) H Ansar Ahmad SE menyebutkan, kunjungan wisman ke Kepulauan Riau hingga Oktober 2023, mencapai angka 1,2 juta lebih.

Jumlah itu diperkirakan bertambah hingga penutup tahun 2023. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, lanjut Gubernur, kunjungan wisman ke Kepri sampai akhir Desember 2023 tembus di angka 1,5 juta.

“Kita bersyukur karena pariwisata Kepri telah revival (membaik) dan berharap tidak ada lagi turbulensi ekonomi. Semoga pariwisata Kepri bisa terus meroket,” harap Gubernur Kepri.

Ansar Ahmad merefleksi sekilas tentang kunjungan turis ke Kepri tertinggi terjadi pada tahun 2019. Pada masa sebelum pandemi Cpvid-19 itu, kunjungan wisman ke Kepri mencapai 2,967 juta kunjungan.

“Dan kita mesti mengejar itu kembali,” kata Ansar Ahmad.

Pada kesempatan lain, Bupati Bintan Roby Kurniawan menyatakan, Pemerintah Kabupaten Bintan sangat fokus terkait pemulihan pariwisata dan kunjungan turis ke Bintan, pada tahun 2024 ini.

Karena, pariwisata sebagai sektor utama penyumbang PAD Bintan. Sepanjang tahun 2023, berbagai inovasi dan terobosan terus dilakukan untuk meningkatkan kunjungan.

Pemkab Bintan, lanjut Roby Kurniawan, akan terus berkolaborasi dengan pihak pengelola pariwisata, resort dan para pelaku wisata. Serta dukungan Kemenparekraf. Pemerintah dan semua pihak terkait akan meningkatkan event-event skala internasional di Bintan.

“Kita punya potensi itu dan kita manfaatkan semaksimal mungkin, untuk meningkatkan kunjungan wisata mancanegara. Apalagi nantinya sudah diberlakukan bebas visa kunjungan, atau pemberlakuan tarif VoA senilai 10 dolar Singapura, setara dengan Rp120 ribu per 7 hari itu. Tentu akan meningkatkan jumlah kunjungan ke daerah kita. Kalau bisa, bebas visa,” demikian harapan Roby Kurniawan.

Chief Operating Officer (COO) PT BRC Abdul Wahab merasa senang dan berharap pemberlakuan tarif VoA senilai Rp120 ribu per 7 hari bagi turis yang berkunjung ke Kepri itu, segera diterapkan.

Menurut Abdul Wahab, jika ketentuan itu diberlakuan, akan meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke kawasan Bintan Resorts di Kabupaten Bintan, Kepri ini.

“Dulu sebelum Covid, kita bebas visa kunjungan. Saat Covid, ada tarif visa on arrival. Nah, sekarang kan sudah tidak covid lagi. Semestinya, visa pun sudah bebas. Tapi, kalau pun Rp120 ribu itu diberlakukan, tentu akan menambah kunjungan ke Bintan Resorts ini,” ujar Abdul Wahab.

Abdul Wahab menyebutkan, kunjungan ke Bintan Resort pada tahun 2023 mencapai sekitar 300 ribu. Jika bebas visa kunjungan, bakal bisa mencapai 700 ribu kunjungan.

Karena, turis dari kapal pesiar (cruise) juga akan masuk ke Bintan Resorts.

“Nah, kita menunggu ketentuan tarif VoA itu. Kalau bisa, bebas visa bagi turis yang masuk ke Bintan Resorts,” demikian harapan Abdul Wahab Chief Operating Officer (COO) PT BRC. (ssr/eza)

Bagikan :

@2021 – All Right Reserved. Designed and Developed by Harian Haluan Kepri Tim