Harga Daging Ayam Terpaksa Dijual Murah Demi Bertahan
TANJUNGPINANG (HK) – Sejumlah pedang di Pasar Puan Ramah Batu 7 Tanjungpinang, yang di relokasi sementara ke Pasar Baru Tanjunpinang, akibat gedung pasar roboh beberapa waktu lalu, saat ini mulai mengeluhkan terhadap sepinya para pembeli.
Bahkan salahseorang pedagang daging ayam potong, demi untuk bisa bertahan berjualan dan menarik pembeli, terpaksa harus menurunkan harga, di tengah naiknya harga daging ayam.
Sementara informasi diperoleh di Pasar Bintan Center, Rabu (7/12), harga daging bekisar antara Rp40-41 ribu per Kilogram (Kg). Sedangkan di Pasar Puan Ramah rata-rata pedagang masih menjual daging ayam Rp38 ribu per Kg.
Supardi menyebutkan, saat ini harga daging ayam yang dijualnya masih Rp38 ribu per Kg, harga itu sudah bertahan sejak satu pekan lalu.
“Harga ayam di sini di bawah harga ayam di Pasar Bintan Center, sekarang sekitar Rp40-41 ribu per Kg,” kata Supardi, Rabu (7/12).
Supardi mengaku alasannya memasang harga murah karena kondisi pembeli di Pasar Puan Ramah sejak 2 bulan beroperasi sangat sepi, bahkan banyak pedagang lain yang memilih pindah ke tempat lama di Pasar Baru.
“Ini demi bertahan saja. Sebenarnya sudah telungkup kita di sini, kalau kita jual ayam Rp 38 itu, keuntungannya cuma Rp 1.000 rupiah saja,” keluhnya.
Biasanya, kata Supardi, menjelang Natal dan tahun baru, sering terjadi kenaikkan harga daging ayam, namun demikian tetap berpedoman pada ketersediaan ayam di kadang. Lantaran, katanya, saat ini yang mengendalikan harga ayam adalah pedagang ayam di kandang.
“Biasanya ada kenaikan kalau stok sedikit, tapi kita susah untuk menaikkan harga, karena pasar sepi,” tuturnya.
Sejak 2 bulan menempati pasar itu, dalam satu hari hanya bisa menjual ayam paling banyak 20 ekor saja, sementara di pasar baru dalam satu hari bisa terjual sekitar 50 ekor ayam.
Pedagang ayam lain, Katno, mengeluhkan hal serupa, untuk menyamakan harga daging ayam dengan harga di Pasar Bintan Center, sangat sulit karena takut pelanggannya hilang.
“Percuma saja kita naikkan harga, bang. Kalau pembelinya nggak ada,” ucapnya.
Ia sangat menyesalkan banyaknya pedagang yang sudah pindah ke pasar yang lama, namun tak ada tindakan dari pemerintah untuk menertibkannya.
“Banyak yang sudah kembali berjualan ke Pasar Baru, tetapi walikota tidak mau menindak tegas. Kalau semua pedagang berkumpul disini, saya yakin pasar ini akan ramai dan harga bisa disesuaikan,” imbuhnya (nel)




