JAKARTA (HK) – Komite Paralimpik Nasional (NPC) Indonesia menjalin kerjasama dengan Asosiasi Olahraga Disabilitas Seoul (SSAD) sebagai upaya mengembangkan prestasi olahraga disabilitas di Tanah Air.
SSAD memiliki misi untuk meningkatkan kualitas hidup penyandang disabilitas melalui kegiatan olahraga.”SSAD melakukan pembinaan atlet berbakat untuk memajukan olahraga disabilitas di Korea Selatan serta memiliki sarana latihan canggih,” kata Ketua NPC Indonesia Senny Marbun terkait MoU dengan SSD.
Dalam MoU di Seoul pada pekan lalu di Korea Selatan, Senny bertemu Senior Vice President SSAD, Hwang Jae Yun,untuk menandatangani sejumlah kesepakatan, seperti pertukaran atlet untuk menjalani latihan bersama.
“Indonesia bisa mengirimkan atlet untuk berlatih di Korea Selatan dengan menggunakan fasilitas di sana. Sebaliknya juga begitu, Korea Selatan juga bisa mengirim atlet ke Indonesia untuk berlatih di sini,” imbuh Senny.
Sebagai dua negara Asia, Indonesia dan Korea Selatan sepakat untuk saling mendukung guna melahirkan atlet berkualitas supaya bisa berprestasi dan bersaing dengan negara-negara Eropa di ajang internasional.
“Kita tidak ingin negara-negara Asia dianggap tertinggal dari negara Eropa,” tandas Senny.
Sementara Deputy General Manager Of Public Relation & Cooperation Departement SSAD Jun Hee Sun mengungkapkan kegembiraaannya atas terjalinnya kerja sama dua negara untuk menangani atlet disabilitas.
“Kerja sama ini semakin memastikan bahwa SSAD dan NPC Indonesia akan menjalin hubungan fundamental untuk melaksanakan kegiatan pertukaran olah raga internasional,” kata Jun.
Sumber: Media Indonesia
