LINGGA (HK) – Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan yang disediakan dapur Yayasan Kemala Bhayangkari di Dabo Singkep menuai keluhan dari sejumlah orang tua murid.
Pasalnya, menu yang diberikan dinilai belum memenuhi standar gizi sebagaimana ditetapkan pemerintah.
Berdasarkan informasi yang diperoleh media ini, menu MBG Ramadan tersebut terdiri dari telur, kacang, bubur, dan jeruk.
Orang tua murid menilai komposisi makanan tersebut kurang bervariasi serta tidak sebanding dengan anggaran yang dialokasikan pemerintah.
“Kalau dilihat dari menu yang diberikan, harganya sepertinya tidak sampai Rp5.000. Ini tentu tidak sesuai dengan anggaran yang disediakan pemerintah,” ujar salah seorang orang tua murid, Senin (23/2/2025).
Sebagaimana diketahui, program MBG merupakan program nasional yang diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Januari 2025.
Program ini bertujuan menyediakan makanan sehat dan bergizi bagi anak sekolah guna menekan angka stunting serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Sudah dua hari menu seperti ini diberikan. Kami sebagai orang tua hanya berharap jangan asal-asalan dalam menyajikan makanan untuk anak-anak,” tambahnya.
Ia juga menilai perlu adanya evaluasi dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar penyusunan menu MBG selama Ramadan lebih memperhatikan kebutuhan gizi murid.
“Secara program, MBG sangat membantu. Namun kualitas dan variasi menu harus menjadi perhatian. Pemerintah sudah mengucurkan anggaran, jangan hanya memikirkan keuntungan,” imbuhnya.
Sementara itu, informasi yang diperoleh media ini menyebutkan bahwa Yayasan Kemala Bhayangkari saat ini masih dalam tahap uji coba pelaksanaan MBG di Dabo Singkep.
Dapur MBG tersebut baru beroperasi sekitar sepekan terakhir dengan menyiapkan sekitar 1.000 porsi makanan setiap hari untuk murid sekolah. (tir)
