“Saya sarankan jangan dibunuh dulu bang, kasih pelajaran dulu, kasih aja air kecubung, toh kalau dia sakit juga butuhnya ke suaminya,” klaim Agus.
“Sampai di situ dia menyuruh saya untuk mencari buah kecubung, saya cari, hari pertama saya kasih dia tapi nggak berani melakukan, takut ketahuan istrinya untuk dicampurkan ke minuman. Esok harinya sama, hari ketiga dan keempat juga gagal. Ya sudah saya terus minta uang untuk pamit pulang Magetan,” jelas Agus.
Kapolrestabes Semarang Kombes Polisi Irwan Anwar menyebut bila semua pengakuan tersangka ditampung oleh penyidik sebagai bukti adanya rentetan pembunuhan berencana yang dilakukan Kopda Muslimin terhadap istrinya.
“Semua pengakuan tersangka kita tampung, termasuk soal Kopda M yang mengaku tertekan dan terkekang istrinya. Namun itu tidak mengurangi rentetan aksi kriminal yang bersangkutan dalam merencanakan pembunuhan,” ungkap Irwan. (cnn)
Sumber: cnnindonesia.com




