Wawako Tpi: Tingkatkan Kolaborsi Atasi Kasus Stunting
TANUJUNGPINANG (HK) – Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kepri, dalam penanganan kasus stunting (kurang gizi), di Kota Tanjungpinang (Tpi), di food court Indah Rasa, jalan W.R Supratman Tanjungpinang, Selasa (6/12).
Rapat tersebut dipimpin Wakil Walikota Tanjungpinang, Endang Abdullah dan Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Tim KB Kota Tanjungpinang, Elfiani Sandri serta sejumlah kepala puskemas.
Endang menyampaikan, rapat tersebut membahas bagaimana pemerintah mampu berkolaborasi dan bekerja sama dengan stakeholder terkait, baik dengan BKKBN dan puskesmas yang berhubungan untuk penurunan kasus stunting di Kota Tanjungpinang.
Pada prinsipnya, kata Endang, Tim Puskesmas dan stakeholder terkait sudah bekerja secara optimal dalam percepatan penurunan kasus stunting. Sehingga, Kasus Stunting di Tpi turun.
“Kami salut atas setiap kegiatan yang dilakukan oleh puskesmas-puskesmas dalam penanganan yang dilakukan,” sanjungnya.
Namun hanya saja, tambah dia, masih ada beberapa hal yang lebih harus dimaksimalkan lagi.
“Misalnya harus bekerja sama dengan Baznas, perguruan tinggi dan elemen masyarakat agar program penurunan stunting bisa lebih maksimal,” ujarnya.
Kendati demikian, Endang Abdullah juga menyebutkan angka kasus stunting yang ada di kota Tanjungpinang hingga saat ini, kerap terjadinya peningkatan dan penurunan.
“Ada sekitar 400 lebih kasus stunting, jadi sejak ada orangtua asuh sekarang ini. Kasus semakin berkurang. Karena, sudah ada balita kasus stunting yang berat badannya naik, dan hampir normal sesuai usianya,” imbuhnya. (eza)




