BATAM (HK) – Kecelakaan laut terjadi lagi di perairan kawasan galangan kapal PT ASL Tanjung Uncang, Batam, Jumat (6/3/2025) sekitar pukul 14.30 WIB.
Sebuah kapal tugboat dilaporkan terbalik saat melakukan penarikan terhadap kapal kargo Kyparissia. Insiden tersebut menyebabkan tiga orang meninggal dunia, satu selamat, dan satu lainnya masih dalam pencarian.
Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Tanjungpinang menerima laporan kejadian tersebut pada pukul 17.57 WIB. Berdasarkan informasi awal, terdapat lima orang yang berada di atas kapal saat peristiwa terjadi.
Dari total lima orang tersebut, tiga korban dinyatakan meninggal dunia dan telah dievakuasi ke Rumah Sakit Mutiara Aini Batam. Satu orang berhasil selamat, sementara satu korban lainnya masih dinyatakan hilang.
Korban selamat diketahui bernama M. Habib Ansyari yang merupakan anak buah kapal (ABK). Sementara tiga korban meninggal dunia yakni Abdul Rahman selaku kapten kapal, Guntur Pardede sebagai chief, dan Jhonson Bertuahman Damanik yang menjabat sebagai KKM.
Adapun korban yang masih dalam pencarian adalah Yusuf Tankin, yang bertugas sebagai second engineer.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang, Fazzli, mengatakan pihaknya langsung mengerahkan tim setelah menerima laporan kejadian.
“Kami menerima laporan sekitar pukul 17.57 WIB. Setelah itu, Tim Rescue Pos SAR Batam segera diberangkatkan menuju lokasi kejadian untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan,” ujar Fazzli.
Menurutnya, tim tiba di lokasi sekitar pukul 19.05 WIB dan langsung berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan yang berada di lapangan.
“Setibanya di lokasi, tim langsung melakukan koordinasi dengan VTS Batam, Polairud Polda Kepri, serta pihak PT ASL Batam untuk melakukan penyisiran terhadap satu korban yang masih hilang,” jelasnya.
Dalam operasi SAR hari pertama, tim dilengkapi sejumlah peralatan pendukung, di antaranya satu unit rubber boat bermesin tempel, drone thermal untuk pemantauan udara, perangkat komunikasi, responder bag, serta perlengkapan evakuasi.
Fazzli menegaskan, pencarian terhadap korban yang masih hilang akan terus dimaksimalkan oleh tim SAR gabungan.
“Operasi pencarian masih terus dilakukan. Kami berupaya maksimal bersama unsur SAR gabungan untuk menemukan korban yang masih dalam pencarian,” tutupnya. (dam)
