BATAM (HK) – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Batam menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar. Dalam sidak itu tim menemukan harga komoditas yang mengalami kenaikan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Batam Jefridin mengatakan perbedaan harga yang lumayan tinggi itu berdasarkan hasil pantauan di Pasar Summerland, Nongsa, dan Botania 1 Batamcenter.

“Kami temukan perbedaan harga karena distributor tempat mendapatkan bahan pokok berbeda-beda. Sehingga terjadi perbedaan harga hampir di setiap pasar,” kata dia saat ditemui di Pasar Botania 1 Batam Center, Selasa (25/10).

Perbedaan harga itu, lanjut Jefridin, tak menjadi masalah. Pihaknya akan berkoordinasi dengan dengan distributor agar harga bisa disamakan.

“Sudah kami jalankan sesuai dengan arahan Pak Presiden, dan Pak Wali. Pertama operasi pasar, dan yang kedua melakukan pemantauan atau sidak ke pasar, dalam upaya menjaga stabilitas harga. Kalau ada temuan perbedaan harga yang signifikan akan kami dalami mulai dari pedagang, hingga distributor,” kata dia.

Pemerintah daerah akan mencoba mencari solusi, agar harga di semua pasar rata, dan tidak ada perbedaan. Pendistribusian bahan komoditi terpusat menurut Jefridin bisa menjaga harga sama di semua pasar.

“Batam memiliki 62 pasar baik pemerintah maupun swasta. Jadi tadi cerita pedagang mereka ambil bahan pokok dari tangan kedua, ada juga yang tangan ketiga. Sehingga harganya menjadi mahal,” ujarnya.

Solusi yang coba dilaksanakan tahun 2023 mendatang adalah melakukan pengadaan kendaraan untuk mengangkut cabai dari Pasar Induk ke pasar yang ada di Batam. Langkah ini diharapkan bisa memutus panjangnya mata rantai distributor bahan pokok dari distributor ke pedagang.

“Sehingga harganya jadi rata semua. Karena sudah ada kendaraan yang disediakan pemerintah. Ini rencananya tahun depan kami coba laksanakan,” terangnya.

Saat ini kegiatan pasar murah tengah berjalan. Ada 20 titik pelaksanaan sampai Desember mendatang. Harapannya komoditi pokok ini tidak menjadi penyumbang inflasi. Seperti tahun sebelumnya komoditi cabai merupakan penyumbang inflasi.

“Dengan adanya pasar murah ini, tentu diharapkan hasil survei oleh BPS nanti jangan ada komoditi yang menjadi penyumbang inflasi di Kota Batam” tuturnya. (gk)

Share.

Alamat Kantor :  Bengkong   Garama,   Kel. Tanjung Buntung,   Kec. Bengkong, Kota Batam,   Provinsi Kepulauan Riau 29432

Nomor Kontak :  0813-7419-3939 / 082172547747

Exit mobile version