BATAM (HK) – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Federasi Serikat Pekerja Logam, Elektronik, dan Mesin Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP LEM SPSI) Kota Batam menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) ke-V, Selasa (3/2/2026), di AP Premier Hotel Batu Ampar, Batam.
Muscab V mengusung tema “Memperkuat Persatuan dan Solidaritas untuk Meningkatkan Kerja Organisasi dalam Menghadapi Transformasi Industri”.
Muscab ini dibuka langsung oleh Wali Kota Batam yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdako Batam Yusfa Hendri.
Dihadiri oleh pewakila Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LEM SPSI, ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) FSP LEM SPSI Provinsi Kepulauan Riau Saiful Badri Sofyan beserta jajarannya. Juga hadir dari BPJS Ketenagakerjaan, serta Pimpinan Unit Kerja (PUK) se-Kota Batam.
Ketua DPD FSP LEM SPSI Provinsi Kepri, Saiful Badri Sofyan, menegaskan pentingnya memilih pemimpin yang bekerja untuk kepentingan organisasi, bukan demi kepentingan pribadi maupun kelompok.
Menurutnya, organisasi harus dikelola dengan baik dan keikhlasan agar mampu memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggota.
“Organisasi ini membentuk kita, tidak hanya secara struktural tetapi juga secara pribadi. Dari organisasi, kita belajar berkomunikasi dengan pekerja, pengusaha dan pemerintah. Jika kita berkontribusi dengan ikhlas, organisasi juga akan memberi kontribusi kembali kepada kita,” ujar Saiful.
Saiful juga mengingatkan agar tidak terjadi perpecahan internal akibat kepentingan pengurus. Persatuan dan penghormatan terhadap kepemimpinan, kata dia, menjadi kunci agar organisasi memiliki marwah dan didengar oleh pihak eksternal.
Muscab merupakan tanggung jawab pengurus yang bertujuan mengevaluasi kinerja kepengurusan selama lima tahun terakhir serta menyusun program kerja untuk lima tahun ke depan dan pemilihan ketua.
Dia menekankan pentingnya memilih ketua yang kuat dalam koordinasi dan komunikasi serta memiliki pengalaman organisasi untuk menjawab berbagai persoalan ketenagakerjaan.
“SPSI adalah organisasi independen dan itu harus tetap dijaga. Rusaknya organisasi dan hilangnya kekompakan sering terjadi ketika ada kepentingan luar yang masuk. Kita juga tidak boleh menjadi organisasi yang hanya mengedepankan proposal, karena kita memiliki basis anggota yang besar dan keterwakilan yang kuat dalam forum tripartit pemerintah,” tegas tokoh buruh Kepri tersebut.
Perwakilan DPP LEM SPSI, Andi, menekankan pentingnya penyusunan program kerja yang realistis dan sesuai dengan kemampuan organisasi serta kondisi industri saat ini.
“Tantangan industri sangat berat, mulai dari pengurangan karyawan hingga menurunnya jumlah anggota serikat. Program kerja harus membumi, jangan terlalu idealistis. Yang penting bisa dijalankan dan dievaluasi,” ujarnya.
Dia mengajak serikat pekerja untuk tetap menjadi mitra strategis pengusaha demi menjaga keberlangsungan industri. “Tanpa industri yang sehat, pekerja dan serikat pekerja juga akan terancam,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua panitia Muscab V, Dedi Iswandi, menjelaskan bahwa rangkaian Muscab telah diawali dengan pra-Muscab yang dilaksanakan sekitar satu bulan sebelumnya. Pada tahap tersebut, sudah disosialisasikan mekanisme pemilihan, hak suara, serta penjaringan bakal calon ketua.
“Seluruh tahapan tetap berjalan sesuai AD/ART, dimulai dari laporan pertanggungjawaban pengurus sebelum masuk ke tahap pemilihan,” jelas Dedi.
Dedi menyembutkan, Muscab V diikuti sekitar 113 peserta dari 27 PUK. Dia berharap Muscab ini dapat menghasilkan kepengurusan yang profesional, mampu mengayomi seluruh PUK di Kota Batam, serta melahirkan kader-kader baru, termasuk meningkatkan peran perempuan dalam struktur organisasi.
“Muscab ini bukan hanya soal memilih ketua, tetapi juga tentang regenerasi dan peningkatan kualitas organisasi kedepan,”pungkasnya. (dam)
