“Saya background-nya bukan model, background saya adalah anak teknik industri dan bekerja juga di salah satu perusahaan multinasional, bekerja di lapangan dan memimpin tim yang mayoritas laki-laki dewasa,” ujar Charmelita.
Disebutkannya, dengan profesinya, itu dia yakin akan memberi keyakinan kepada perempuan di Indonesia bahwa wanita itu mempunyai kesempatan dalam hal kepemimpinan.
Dalam pemilihan Puteri Indonesia perwakilan Kepri 2022 nantinya, dia akan mempromosikan pariwisata yang berada di Kepri dan mengenalkan alat musik akordion, yang mana akordion menjadi salah satu ikon musik tradisional melayu.
“Saya akan membawa advokasi saya yaitu pariwisata berbasis ekonomi, yang pada akhirnya pariwisata berbasis ekonomi ini, harapannya di Kepri bisa dikenal langsung oleh internasional ketika saya terpilih menjadi Puteri Indonesia 2022,” ungkapnya.




