“Mulai dari administrasi kependudukan seperti Akte Kelahiran, Kematian, Kartu Identitas Anak, KTP, dan beragam jenis izin usaha, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, PDAM, pelayanan izin terkait kendaraan, perpanjangan SIM hingga pembayaran retribusi daerah, nikah, haji, pelayanan pertanahan dan sebagainya,” kata salah seorang MPP Banyuwangi.
Selain ke MPP, Gubernur Ansar dalam kunjungannya ke Banyuwangi juga mempelajari berbagai inovasi yang dilakukan Pemda Banyuwangi, seperti program SMART Kampung.
Program SMART kampung digagas salah satunya untuk mendekatkan pelayanan publik hingga ke level desa.
Sejumlah urusan kependudukan akan bisa diselesaikan dengan Smart Kampung.
Baca juga: 2023, Ansar Pastikan Bandara Busung Rampung
Seperti surat pernyataan miskin (SPM) untuk mendapatkan layanan kesehatan secara gratis.
Smart kampung ini menjadikan balai desa sebagai pusat aktivitas warga.
Desa di Banyuwangi juga telah menjalankan e-village budgeting, yang menyinergikan keuangan dan pembangunan di tingkat desa dengan kabupaten.
“Saya sangat kagum melihat berbagai inovasi yang digagas Pemda Banyuwangi. Dan saya yakin, jika ini dikerjakan secara serius di Kepri, maka masyarakat kita akan sangat terbantu dan kemajuan daerah bisa kita wujudkan dengan cepat,” pungkas Gubernur Ansar. (jlu)




