Dari pantauan di lapangan, petugas Satpol PP hanya menonton kericuhan tersebut tanpa ada upaya untuk melerai.
Ramli mengakui, itu adalah bentuk spontanitas darinya dan rekan-rekannya, melihat adanya bendera negara asing yang dikibarkan oleh parapengungsi menjelang peringatan Kemerdekaan Negara Republik Indonesia.
“Kami dan teman-teman, tadinya kebetulan lewat. Namun saat melintas, kami melihat mereka malah mengibarkan bendera asing. Sementara kita bentar lagi sudah mau menyambut HUT RI,” Ungkapnya.
Menurutnya, aksi dengan mengibarkan bendera negara asing tersebut mencoreng semangat warga Indonesia, terutama warga Kota Batam yang akan menyambut hari Kemerdekaan RI.
“Kita sedang bersiap menyambut peringatan Kemerdekaan. Kalau mereka memang mau kibarkan bendera, silahkan kibarkan Merah Putih,” katanya.
Dari kendaraan masyarakat Kota Batam yang lewat tampak membunyikan klakson kepada para pengungsi, tujuan agar pengungsi segera meninggalkan lokasi. Ada beberapa yang berhenti dan meminta kepada pengungsi dengan tegas untuk tidak lagi menggelar aksi tersebut.
Demo yang dilakukan oleh pengungsi Afganistan ini merupakan aksi yang ke sekian kalinya di Kota Batam, tuntutan nya masih sama yaitu meminta UNHCR segera mengirim mereka ke Negara ketiga.
Sekitar pukul 12.15 WIB pengungsi bubar dengan berjalan kaki sembari menyanyikan yel-yel yang menjadi aspirasi dari para pengungsi asal Afganistan tersebut. (Cw01)




