Sementara Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Tanjungpinang-Bintan, Fredy menyebutkan, bazar imlek diisi sekitar 300 stand UMKM, yang sudah dimulai sejak 20 Desember 2022 lalu, dan akan berakhir 21 Januari mendatang.
“Bazar Imlek ini dilaksanakan selama 1 bulan penuh. Maka, Tanggal 21 Januari, kita akan menyelenggarakan malam penyambutan tahun baru imlek sekaligus penutupan bazar,” imbuhnya.
Dikatakan Fredy, kegiatan bazar ini rutin dilakukan setiap tahun bertepatan dengan imlek. Namun, karena ada covid-19, tahun ini baru bisa diselenggarakan kembali.
Untuk pelaksanaan tahun ini, lanjutnya, berbeda dari sebelumnya, kalau kemarin pelaksana bazar itu masing-masing, di tahun ini kita bersama-sama dikoordinir oleh PSMTI.
“Tahun ini kita koordinasikan dalam kerangka kebersamaan, sehingga kita mau menciptakan satu kesamaan, kedamaian, dan satu kesatuan,” katanya.
Peserta bazar juga, kata Fredy, semua pelaku UMKM dari berbagai etnis. UMKM yang berjualan beranekaragam. Di sini kita kebersamaan, kita tidak membatasi yang berjualan harus dari suku tertentu.
“Ini bentuk dukungan kami untuk mendorong pelaku UMKM lebih kuat. Bazar ini juga salah satu icon untuk iven-iven tertentu untuk destinasi wisata. Mudah-mudahan ada peningkatan okupansi pariwisata di Kota Tanjungpinang,” katanya. (eza)
